Hakikat Bahasa dan Pengertiannya

Hakikat Bahasa

Hakikat BahasaPengertian orang tentang bahasa sangat beragam, bergantung pada teori apa yang dipakai. Setiap teori mempunyai definisi yang berbeda antara yang satu dengan yang lain. Apabila hal ini kita perturutkan maka kita tidak akan mungkin berbicara tentang bahasa dengan “bahasa “ yang sama. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tanpa mengurangi eksistensi (keindahan) dan peranan teori yang lain, contohnya yang kita bahas adalah teori struktural.

Menurut teori struktural, bahasa dapat didefinisikan sebagai suatu system tanda arbitrer yang konvensional. Karena bahasa itu bersistem, bersifat sistematik dam sistemik maka bahasa harus mengikuti ketentuan dan kaidah yang teratur. Bahasa juga bersifat sistemik karena bahasa itu sendiri merupakan system atau subsistem. Misalnya, subsistem fonologi, morfologi, sintaksis, semantic, dan leksikon. Berkaitan dengan cirri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan paduan antara dua unsure, yaitu signified an significant (de sausure, 1974:114).

Signifie adalah unsur bahasa yang berada dibalik tanda yang berupa konsep didalam benak si penutur. Orang-orang awan menyebutnya sebagai makna. Signifiant adalah unsur bahasa yang merupakan wujud fisik (bunyi) atau yang berupa tanda ujar. Buny no-ujar dan tanda yang lain selain bunyi ujar tidak dapat digolongkan kepada signifiant. Wujud ujaran seseorang individu pada suatu saat tertentu disebut parole,sedangkan system yang bersifat social di sebut langue. panduan antara parole dan langue oleh de Saussure disebut language.

FUNGSI BAHASA

A. FUNGSI UMUM

Fungsi umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi social. Karena didalam masyarakat ada komunikasi atau saling berhubungan antaranggota. Nah, karena itulah butuh butuh wahana yang disebut bahasa. Dengan demikian, setiap masyarakat memiliki dan menggunakan alat komunikasi soisal tersebut. Tidak ada masyarakat tanpa bahasa, begitupun sebaliknya tidak ada masyarakat tanpa bahasa.

B. FUNGSI KHUSUS

Jacobson membagi fungsi bahasa atas enam macam, yakni fungsi emotif, konatif, referensial, puitik, fatik, dan metalingual. Sedangkan dalam pemahaman lain yang terilhami oleh Buhler mendasarkan pembagiannya atas tumpuan aspek atau perhatian. Seperti kita ketahui bahwa bahasa memiliki enam aspek., yakni aspek addresser Apabila tumpuannya pada si penutur (addresser), fugnsi bahasanya disebut emotif, context (bertumpu pada context) fungsi bahasanya disebut referensial, message ( bertumpu pada pesan atau amanat, fungsi bahasanya fuitik), contact ( bertumpu pada kontaks, fungsi bahasanya disebut fhatik), code (bertumpu pada kode, fungsi bahasanya disebut metalingual), dan addresce (bertumpu pada lawan bicara, fungsi bahasanya disebut konatif).

Semoga bermanfaat bagi para pelajar semua, silahkan kami tungggu kritik dan saran yang membangun dan masih banyak materi-materi tentang bahasa (Linguistik), sastra, dan Bahasa inggris di situs kami. Good luck for you and me, Alam Nugraha see you bye!..

Baca artikel lainnya, Contoh Soal Bahasa Inggris Tingkat SMP/MTs dan Critical Discourse Analysis – The concept of Mill’s Theory.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *